Recent Posts

Minggu, 05 April 2015

Makalah Persepsi Dalam Psikologi


LATAR BELAKANG

Diri pribadi adalah suatu ukuran atau kualitas yang memungkinkan seseorang untuk dianggap dan dikenali sebagai individu yang berbeda dengan individu lainnya. Kualitas yang membuat seseorang yang memiliki kekhasan tersendiri sebagai manusia, tumbuh dan berkembangnya melalui interaksi sosial, yaitu berkomunikasi dengan orang lain. Individu tidak dilahirkan dengan membawa kepribadian. Seperti halnya diri fisik kita, maka diri sosial dan diri psikologis manusia akan terus berkembang dan menjadi matang sejalan dengan usia hidup kita.
Pengalaman dalam kehidupan akan membentuk diri pribadi setiap manusia, tetapi setiap orang juga harus menyadari apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi pada dirinya. Kesadaran terhadap diri pribadi ini pada dasarnya adalah suatu proses persepsi yang ditujukan pada dirinya sendiri. Dalam hal ini orang akan berusaha untuk mengenali dan memahami siapa dirinya.
Manusia adalah makhluk yang dilahirkan paling sempurna. Manusia memiliki kemampuan kognitif untuk memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indera yang dimilikinya, membuat persepsi terhadap apa-apa yang dilihat atau dirabanya, serta berfikir untuk memutuskan aksi apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Persepsi merupakan proses aktif memilah, menata dan menafsirkan orang, obyek, kejadian, situasi dan aktivitas (Wood, 1997: 47). Manusia memilah hanya hal ihwal tertentu dalam hidup mereka, lalu menata dan menafsirkannya secara selektif. Persepsi membentuk bagaimana manusia memahami orang lain dan dunianya sekaligus berbagai pilihan yang diambil dalam hidup mereka


DASAR TEORI
Ø Pengetian Persepsi
Menurut para ahli :
  1. Bimo Walgito : persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya.
  2. Davidoff : persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu.
  3. Maramis : persepsi ialah daya mengenal barang, kualitas atau hubungan, dan perbedaan antara hal ini melalui proses mengamati, mengetahui, atau mengartikan setelah panca indranya mendapat rangsang.
  4. Desirato : persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Pesan dapat dikatakan sebagai pemberian makna pada stimuli indrawi (sensory stimuli).
  5. Joseph A. Devito : persepsi ialah proses menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang memengaruhi indra kita.
  6. Gibson, ivancevich dan donelly (1996:134) : persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan dan menginterpretasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti. Oleh sebab itu, persepsi berperan dalam penerimaan rangasangan, mengaturnya, dan menterjemahkan atau menginterpretasikan rangsangan yang sudah teratur itu untuk mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap. 
Persepsi dalam arti sempit : adalah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu . Dalam arti luas : adalah pandangan atau pengertian , yaitu bagaimana seeseorang memandang atau mengartikan sesuatu.

Ø Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
Faktor-faktor yang berperan dalam persepsi menurut Walgito (1992: 70-71), yaitu:
a) Objek yang dipersepsi. Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indra atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor, namun sebagian terbesar stimulus datang dari luar individu.
b) Alat indera, syaraf dan pusat susunan syaraf. Alat indra atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus. Di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf motoris.
c) Perhatian. Untuk menyadari persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.

PEMBAHASAN

Ø  Kasus Persepsi
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan dua  hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
·               Jawab anak yang bungsu :
    "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
   "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".          
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
·                Jawab anak sulung :
    "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".
   "Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

Ø    Pembahasan Kasus
            Dari kasus tersebut, tingkat pemahaman dan pengertian dalam menerima pesan dari  ayahnya sangatlah berbeda, ini dapat kita lihat dari hasil akhir usaha kedua anak tersebut. Yang mana, anak bungsu terlalu cepat menangkap pesan yang diberikan ayahnya tanpa memahami maksud dari pesan tersebut. Sedangkan anak sulung mencelaah terlebih dahulu apa maksud dari pesan yang di berikan ayahnya. Sehingga dari sini kita dapat mengetahui bahwa persepsi merupakan pandangan dari seseorang dalam mengartikan sesuatu yang di terimanya.


 PENUTUP

*        KESIMPULAN
            Persepsi adalah pandangan individu saat menerima rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu, sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya. Yang di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; alat indera, objek, dan perhatian.

*        SARAN
Dalam menerima pesan atau rangsangan dari luar, lebih baik di cerna terlebih dahulu, sehingga tidak menimbulkan salah persepsi.


DAFTAR PUSTAKA
  •      http://ahmadroihan8.blogspot.com/2013/10/persepsi-dalam-psikologi-lengkap.html
  •    Gibson, dkk. 1997. Organisasi (Perilaku, Stuktur, Proses). Jild I, Edisi ke 8 (Alih Bahasa : nunuk Adriani). Jakarta : Bina Rupa Aksara.
  •    Gibson, Ivancevich, Donnelly. 1997. Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses. Jilid 1. Jakarta: Binarupa Aksar.
  •     Gitosudarmo, Indriyo. 1990 . Prinsip Dasar Manajemen. Yogyakarta: BPFE Gibson, James, L Invacevich John M, dan Donnely, James H. 1993. Organisasi dan Manajemen: Perilaku Struktur dan Proses (alih bahasa Djoerben Wahid ). Jakarta: Erlangga.
  •      Mulyana, Deddy.2000. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung:Remaja Rosdakarya.
  •      Drs. Sobur, Alex, M.Si., Psikologi Umum, Pustaka Setia, Bandung, 2010.
  •      Saswono W, Sarlto,Pengantar Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta, 2003.
  •      Drs. Fauji, Ahmad, Psikologi Umum, Pustaka Setia, Bandung, 1997. 














0 komentar: